Power Bank hingga Cobek Tertahan di Embarkasi Solo, Cerita Unik Calon Haji

Power Bank hingga Cobek Tertahan di Embarkasi Solo, Cerita Unik Calon Haji
Wakil Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Solo sekaligus pejabat Humas Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, saat ditemui di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, Sabtu (22/4/2026). (Daerah/Ni’matul Faizah)

Selataninfo.com, BOYOLALI — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menemukan sejumlah barang bawaan calon haji (calhaj), mulai dari barang yang dilarang seperti power bank hingga barang unik berupa cobek dan ulekan.

Wakil Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Solo sekaligus pejabat Humas Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, mengatakan temuan tersebut terjadi saat pemeriksaan koper pada 21–22 April 2026.

“Akan tetapi pada 22 April ditemukan barang yang dilarang tapi tidak seperti awal kemarin karena kami sosialisasikan terus menerus. Hari ini masih ada orang menaruh power bank di koper besar,” kata dia kepada wartawan di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, Rabu (22/4/2026).

Ia juga mengingatkan agar calon haji tidak membawa uang tunai maupun perhiasan dalam jumlah besar di koper bagasi karena termasuk barang yang dilarang oleh maskapai penerbangan.

Sementara itu, pada hari pertama kedatangan jemaah haji, Selasa (21/4/2026), petugas juga menemukan barang unik berupa cobek dan ulekan.

“Mungkin yang bersangkutan kalau di sana tidak sesuai makanannya, mau bikin sendiri di sana. Ada cobek, ulekan, bawa merica dan cabai. Aslinya cobek tidak dilarang, cuma karena berat, akhirnya barangnya ditinggal di sini,” kata dia.

Pemeriksaan Ketat Lewat Sistem Layanan Terpadu

Sebelumnya, David menjelaskan layanan kedatangan jemaah haji tahun ini dikemas dalam skema One Stop Service (OSS) yang berlangsung di Gedung Jeddah.

Tahap awal yang dilakukan jemaah setibanya di embarkasi adalah pemeriksaan kesehatan akhir di poliklinik. Setelah dinyatakan lolos, jemaah menerima paspor yang sudah dilengkapi visa.

Setelah itu, panitia mendistribusikan uang saku atau living cost kepada masing-masing calhaj. Setiap jemaah menerima 750 riyal dengan rincian satu lembar 500 riyal, dua lembar 100 riyal, dan satu lembar 50 riyal.

Menurut David, salah satu perubahan penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah penanganan Kartu Nusuk. Jika sebelumnya aktivasi dilakukan di Arab Saudi, kini seluruh proses diselesaikan di Embarkasi Solo.

Berdasarkan data PPIH Embarkasi Solo per Rabu pukul 21.00 WIB, sudah ada lima kloter jemaah yang masuk atau sekitar 1.800 orang dari Kabupaten Tegal, Kota Solo, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes.

Sementara itu, tiga kloter dengan total 1.074 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Leave a Reply