Gunung Semeru Erupsi 7 Kali Hari Ini, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru Erupsi 7 Kali Hari Ini, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 1.000 meter di atas puncak pada Selasa (16/6/2026) puku 10.59 WIB. (ANTARA/HO-PVMBG)

Selataninfo.com, LUMAJANG — Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami tujuh kali erupsi dalam kurun waktu kurang dari 12 jam pada Selasa (16/6/2026). Tinggi kolom letusan bervariasi antara 400 meter hingga 1.000 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 00.45 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat daya.

“Erupsi dengan letusan tertinggi terjadi pada erupsi ketiga pukul 05.21 WIB dan erupsi ketujuh pukul 10.59 WIB dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak,” ujar Mukdas dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Selasa.

Pada erupsi pukul 05.21 WIB, kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Sementara pada erupsi pukul 10.59 WIB, kolom abu tampak lebih tebal dengan arah sebaran yang sama.

Mukdas menjelaskan letusan pada pukul 10.59 WIB terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 153 detik.

Meski aktivitas vulkanik meningkat, status Gunung Semeru hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” kata Mukdas.

PVMBG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat rangkaian erupsi tersebut. Petugas terus melakukan pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Semeru secara intensif dan meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG maupun pemerintah daerah.

Leave a Reply