Selataninfo.com, SEMARANG — Seorang perempuan berinisial AY, 25, menjadi korban penusukan saat mengambil rapor anaknya di SDN 2 Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (19/6/2026). Pelaku penusukan diduga merupakan suaminya yang berinisial F,29.
Salah seorang saksi mata, Santoso, 48, mengatakan peristiwa penusukan itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat kejadian, korban tengah berada di dalam ruang kelas untuk mengambil rapor anaknya yang duduk di kelas I.
“Mereka suami-istri, mungkin lagi ada masalah keluarga. Cuman saya enggak tahu masalahnya apa. Ibunya lagi ambil rapor, terus bapaknya datang menyusul ke sekolah,” ucap Santoso saat ditemui Espos di halaman sekolah, Jumat.
Santoso tidak mengetahui persis keributan antara suami-istri tersebut di dalam kelas. Ia hanya mengetahui bahwa sebelum peristiwa penusukan terjadi, korban sempat berlari dari ruang kelas menuju ruang guru.
Sayangnya saat sedang berlari tersebut, korban lalu terjatuh di halaman sekolah. Pelaku langsung melakukan penusukan menggunakan obeng yang telah dipersiapkan dari rumah.
“Nusuknya pakai obeng yang telah dimodifikasi, ujungnya dibikin runcing. Kejadiannya didekat pohon pepaya, korban lari dari kelas mungkin ke ruang guru mencari perlindungan. Tapi jatuh dan ketangkap sama pelaku dan langsung ditusuk di bagian punggung,” paparnya.
Masalah Rumah Tangga
Akibat insiden tersebut, Santoso menyebut korban mengalami luka cukup serius hingga mengeluarkan banyak darah. Bekas darah di lokasi kejadian sementara ini ditutup dengan kain.
“Ditusuk dua kali bagian punggung. Pelakunya mau kabur, tapi ada warga yang menangkap dan mengamankannya di ruang kelas IV sebelum polisi datang,” imbuhnya.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard mengatakan korban saat ini tengah dirawat intensif di Rumah Sakit William Booth untuk mendapatkan penanganan medis. “Dari keterangan pelaku itu tiga kali penusukan, kena bagian bahu dan punggung. Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit William Booth,” ungkap Aliet.
Aliet memaparkan pasangan suami-istri tersebut diketahui tengah mengalami konflik rumah tangga. Keduanya bahkan sedang menjalani proses perceraian.
“Pelaku suaminya sendiri. KDRT dan mereka juga sedang proses cerai. Istrinya sudah tidak pulang sekitar dua bulan. Tadi bertemu saat mengambil rapor anaknya di SDN 2 Kalipancur. Begitu melihat istrinya, pelaku langsung mendatangi dan menusuk menggunakan obeng,” tandas Aliet.

Leave a Reply