Selataninfo.com, SLEMAN — Polresta Sleman masih terus menyelidiki kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Kapanewon Mlati. Hingga awal Agustus 2026, polisi masih berupaya mengungkap identitas kendaraan yang diduga menjadi penyebab awal kecelakaan tersebut.
Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Salah satu kendala yang dihadapi penyidik adalah kualitas rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi yang kurang jelas karena minimnya pencahayaan saat kejadian.
“Masih penyelidikan ya. Itu kan ada kendala di CCTV karena gelap,” kata Argo, Sabtu (1/8/2026), dilansir Harian Jogja.
Menurut Argo, penyidik masih menelusuri sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk memperoleh gambar yang lebih jelas sehingga dapat membantu mengungkap kronologi peristiwa secara utuh.
“Jadi masih penyelidikan. Kita masih mencari CCTV yang terjelas di lokasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut. Meski demikian, proses penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan seluruh fakta dalam peristiwa itu terungkap.
“Saat ini petugas masih melakukan pendalaman, termasuk mencari dan mengecek rekaman CCTV yang terjelas di sekitar lokasi kejadian untuk melengkapi proses penyelidikan,” katanya.
Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Monjali pada Kamis (16/7/2026) malam. Korban berinisial S, 64, warga Kota Yogyakarta yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir, diduga terlibat benturan dengan kendaraan yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban sedang menyeberang jalan ketika terjadi benturan pertama dengan kendaraan misterius tersebut.
“Berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi kejadian, diduga seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan terlibat benturan dengan kendaraan yang hingga kini belum diketahui identitasnya,” ujar Argo.
Benturan tersebut menyebabkan korban terpental ke jalur berlawanan. Dalam kondisi itu, korban kemudian tertabrak sebuah mobil Toyota Agya yang melaju dari arah selatan menuju utara.
“Akibat benturan tersebut, korban diduga terpental ke jalur berlawanan dan selanjutnya terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil Toyota Agya yang melaju dari arah selatan ke utara,” jelasnya.
Korban mengalami luka berat, antara lain cedera kepala, patah tulang di beberapa bagian tubuh, serta luka lecet. Korban sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, namun akhirnya meninggal dunia.
Kematian korban membuat penyidik semakin mengintensifkan pencarian kendaraan yang diduga terlibat pada benturan pertama. Hingga kini, identitas pengemudi maupun jenis kendaraan tersebut masih belum diketahui.
Unit Gakkum Satlantas Polresta Sleman telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan sejumlah barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi. Namun, polisi belum menyimpulkan apakah peristiwa tersebut merupakan kasus tabrak lari.
“Saat ini penyidik masih mendalami kronologi kejadian, termasuk terkait keberadaan pengemudi pada benturan pertama setelah kecelakaan. Kami belum dapat menyimpulkan adanya dugaan tabrak lari sebelum proses penyelidikan selesai,” ujar Argo.
Polresta Sleman mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, terutama di kawasan yang memiliki aktivitas pejalan kaki cukup tinggi. Polisi juga mengingatkan pengendara untuk mematuhi batas kecepatan, sementara pejalan kaki diminta memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang tersedia serta memastikan kondisi lalu lintas aman sebelum menyeberang.
Berita ini telah ditayangkan di Harian Jogja dengan judul “Kasus Jukir Tewas di Monjali Masih Misterius, Polisi Sisir CCTV”

Leave a Reply