Menkeu Purbaya Prediksi Ekonomi RI Melambat pada Kuartal II 2026

Menkeu Purbaya Prediksi Ekonomi RI Melambat pada Kuartal II 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berbicara dalam wawancara cegat seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/2/2026). (ANTARA/Muhammad Heriyanto/aa.)

Selataninfo.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 akan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Meski demikian, perlambatan tersebut diperkirakan tidak terlalu dalam dan prospek ekonomi pada semester II/2026 diyakini akan membaik.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi nasional periode April–Juni 2026 pada Rabu (5/8/2026).

Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal II diperkirakan berada di bawah capaian kuartal I/2026 sebesar 5,6%, tetapi masih berada di kisaran 5,4%.

“Ya kalau angka kita juga, kalau kita lihat prediksi semua empat lembaga kelihatannya di bawah 5,6% [realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026] untuk triwulan kedua, tetapi mungkin gak jauh dari 5,4% juga. Jadi, melambat tapi gak parah-parah amat,” ujarnya di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Purbaya, perlambatan tersebut dipengaruhi tekanan eksternal, mulai dari tingginya harga minyak mentah dunia, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga arus modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik.

Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Meski demikian, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi pada semester II/2026 akan lebih baik. Bahkan, pemerintah masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 berada di kisaran 5,6%-6%.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah paket stimulus baru untuk mendorong aktivitas ekonomi. Salah satu sektor yang dipastikan kembali memperoleh insentif ialah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

“Kita juga akan memberikan beberapa stimulus kepada perekonomian. Dalam waktu dekat kalau tidak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden akan mengumumkan,” ujarnya.

Core Indonesia Prediksi Pertumbuhan di Bawah 5%

Sementara itu, Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 berada di bawah 5%.

Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal, dan Moneter Core Indonesia, Akbar Susamto, memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,8%-4,9%, lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal I/2026 yang mencapai 5,61%.

Menurut Akbar, perlambatan dipicu meningkatnya biaya produksi akibat gejolak global, pengetatan kebijakan moneter, serta ketidakpastian tata kelola fiskal di dalam negeri.

“Jadi hasil hitungan-hitungan itu, kita memperkirakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II/2026 adalah antara 4,8% sampai 4,9%,” ungkap Akbar dalam forum Core Midyear Economic Review di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Secara keseluruhan, Core Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada pada kisaran 4,9%-5,1%.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Purbaya Proyeksi Ekonomi Tumbuh Melambat pada Kuartal II/2026

Leave a Reply