Omah Alas Semarang, Wisata Nostalgia Permainan Tradisional dan Budaya Jawa

Omah Alas Semarang, Wisata Nostalgia Permainan Tradisional dan Budaya Jawa
Sejumlah orang sedang belajar atau memainkan panahan tradisional jemparingan di Omah Alas Kota Semarang, Selasa (25/8/2026) (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Selataninfo.com, SEMARANG — Omah Alas di kawasan Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menawarkan pengalaman bernuansa nostalgia. Pengunjung dapat mengenal sekaligus memainkan berbagai permainan tradisional yang mulai ditinggalkan di tengah perkembangan zaman.

Pada Selasa (25/8/2026), puluhan orang berpakaian adat Jawa berkumpul di Omah Alas untuk belajar sekaligus memainkan jemparingan atau panahan tradisional khas Kerajaan Mataram. Pesertanya beragam, mulai anak-anak, anak muda, hingga orang dewasa.

Sejak pagi hingga siang, suasana Omah Alas diwarnai suara anak panah yang melesat menuju sasaran. Para peserta bergantian menarik busur dalam posisi duduk bersimpuh atau bersila di atas tikar.

Pengelola Omah Alas, Wahid, mengatakan tempat tersebut sejak awal berdiri pada 2010 mengusung konsep pelestarian budaya. Paket budaya jemparingan mulai dikembangkan sejak tahun lalu untuk mengenalkan kembali panahan tradisional kepada masyarakat.

“Konsep Omah Alas itu pelestari budaya. Karena kami berada di pedesaan, kami menawarkan paket-paket wisata edukasi berbasis kebudayaan,” ujar Wahid saat ditemui Espos, Selasa (25/8/2026).

Tak hanya jemparingan, Omah Alas juga menawarkan paket wisata bernuansa nostalgia melalui berbagai permainan tradisional seperti egrang dan engklek. Pengunjung juga dapat mencoba melukis topeng, membuat batik etnik, hingga mengolah limbah organik menjadi patung karakter.

Wahid menyebut pengunjung Omah Alas paling banyak berasal dari kalangan anak sekolah, terutama saat kegiatan outing class. Selain sekolah di Kota Semarang, Omah Alas juga kerap dikunjungi sekolah dari luar kota. Pengunjung sekolah terjauh yang pernah datang berasal dari Tangerang.

Menarik Minat The Dudas

Konsep unik Omah Alas juga pernah menarik perhatian sejumlah artis yang tergabung dalam The Dudas. Ariel NOAH, Raffi Ahmad, Gading Marten, dan Desta menyambangi Omah Alas pada Juni 2026 untuk memainkan sejumlah permainan tradisional.

“Pas (The Dudas) touring ke Kota Semarang, mereka mampir ke Omah Alas. Mungkin mereka browsing ingin bermain permainan tradisional, mereka langsung datang ke Omah Alas,” tutur Wahid.

Selama berada di Omah Alas, Raffi Ahmad hingga Desta mencoba berbagai permainan tradisional seperti egrang dan engklek. Mereka juga membuat wayang suket. Keempat artis tersebut terlihat menikmati suasana pedesaan Omah Alas yang dikelilingi pepohonan besar.

Pengelola Omah Alas juga diminta menjaga privasi selama The Dudas berkunjung. Hal tersebut dilakukan agar mereka dapat menikmati suasana pedesaan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan tanpa menjadi sorotan masyarakat sekitar.

“Kaget pastinya, sekaligus gembira. Karena mereka (The Dudas) artis papan atas, datang ke Omah Alas pastinya wisata kami terangkat. Mereka juga seperti nyaman banyak ngobrol di bawah pohon, cerita-cerita sambil nge-vlog,” ungkap Wahid.

Kunjungan The Dudas tersebut membuat Wahid berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik datang ke Omah Alas. Dia juga berkomitmen menjadikan Omah Alas sebagai ruang untuk belajar sekaligus melestarikan budaya tradisional.

“Teman-teman monggo yang mau belajar dolanan ndeso atau yang berhubungan dengan budaya, semuanya ada di sini,” tandasnya.

Leave a Reply