Selataninfo.com, JAKARTA — Indonesia sebentar lagi mempunyai kapal induk pertama. Kepastian ini setelah kapal Giuseppe Garibaldi telah tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026). Meski kapal tersebut bekas penggunaan dari Angkatan Laut Italia, namun diperkirakan masih bisa dipakai TNI Angkatan Laut dalam kurun waktu 15 sampai 20 tahun ke depan.
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan calon kapal induk pertama RI, Giuseppe Garibaldi masih bisa dipakai TNI AL dalam kurun waktu 15 sampai 20 tahun ke depan.
“Mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh Angkatan Laut oleh TNI Angkatan Laut mungkin 15 sampai 20 tahun lagi,” kata Ali saat jumpa pers usai meninjau kapal induk Giuseppe Garibaldi di dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).
Ali menjelaskan perpanjangan usia pemakaian itu harus dilakukan karena kapal eks Angkatan Laut Italia itu sudah tergolong tua, yakni berusia 41 tahun.
Dia melanjutkan upaya yang dilakukan untuk memperpanjang usia kapal, yakni memodernisasi atau retrofit mesin dan berbagai teknologi.
Selain untuk memperpanjang usia kapal induk, Ali menyampaikan upaya retrofit juga bertujuan untuk menyesuaikan teknologi kapal induk dengan kebutuhan doktrin operasi TNI AL.
“Jadi, kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu,” ucap Ali yang dikutip dari Antara.
Dia memastikan proses retrofit kapal akan diserahkan ke industri dalam negeri, yaitu PT PAL dan pihak pembuat Garibaldi, yakni Fincantieri, Italia.
Sebelumnya, Co-Founder Jakarta Defence Society (JDS) Ade P. Marboen menilai rencana TNI AL membeli kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi merupakan langkah tepat untuk memperkuat kekuatan maritim Indonesia.

Namun demikian, Marboen juga menekankan TNI AL harus memperhitungkan tentang jangka pemakaian kapal induk yang seharusnya sudah pensiun pada 1 Oktober 2024 setelah dipakai angkatan laut Italia.
Walau pihak Fincantieri sebagai galangan kapal akan memperbaiki kapal sehingga dapat beroperasi selama 15 sampai 20 tahun ke depan, menurut dia, TNI tetap harus mempertimbangkan kualitas dari kapal tersebut.
“Dengan masa pakai 15-20 tahun, berarti 3-4 periode kepresidenan sehingga siapapun yang menjadi presiden harus memegang komitmen keras menyediakan anggaran operasional, pemeliharaan dan perawatan yang cukup,” kata Marboen.
“Akhir kata, pengadaan [bekas] kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi dapat meningkatkan kapabilitas TNI AL dalam hal proyeksi kekuatan dan sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas trimatra terpadu,” ujar dia melanjutkan.
Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya setelah proses serah terima kapal pada 24 September 2026.
“Kemungkinan akan diserahkan dan menjadi kapal TNI Angkatan Laut atau menjadi Kapal Republik Indonesia atau KRI pada tanggal 24 September. Kemungkinan di tanggal yang sama akan ada pergantian bendera dari bendera Italia menjadi bendera Indonesia,” kata dia.
Dia melanjutkan proses serah terima kapal tersebut akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok dan disaksikan para pejabat tinggi TNI.
Walau belum resmi diserahkan kepada pihak Indonesia, Ali mengatakan calon kapal induk pertama Indonesia itu akan tetap berada di tanah air untuk diperbaiki dari segi pembenahan fisik dan perbaikan mesin.

Hal itu dilakukan agar kapal tersebut bisa sesuai dengan kebutuhan operasi TNI AL yang lebih condong pada operasi militer selain perang (OMSP).
Kapal induk Giuseppe Garibaldi telah sampai di Dermaga 107 pada Jumat pagi pukul 07.58 WIB.
Kapal ini berangkat dari Italia pada 24 Agustus 2026. Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal oleh kapal perang dari Angkatan Laut Italia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan selama perjalanan, kapal induk itu singgah di beberapa negara, salah satunya di Sri Lanka.
Setelah dari Sri Lanka, barulah kapal induk pertama RI itu masuk ke wilayah perairan Indonesia melewati jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I atau perairan Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Saat masuk ke wilayah Indonesia, kapal induk tersebut juga langsung dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Leave a Reply