Tak Lolos Verifikasi Liga 3, Stadion Ketonggo Ngawi Bakal Direnovasi

Tak Lolos Verifikasi Liga 3, Stadion Ketonggo Ngawi Bakal Direnovasi
Pintu gerbang utama Stadion Ketonggo, Kabupaten Ngawi, Jumat (23/10/2026) sore. (Espos.id/Imam Mustajab)

Selataninfo.com, NGAWI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, menyiapkan anggaran Rp22 miliar untuk merenovasi Stadion Ketonggo pada tahun 2027. Renovasi dilakukan setelah stadion tersebut belum memenuhi persyaratan untuk menggelar kompetisi Liga 3 musim ini lantaran sejumlah fasilitas seperti lampu penerangan, kualitas rumput lapangan, hingga ruang pendukung pertandingan belum memenuhi standar.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya mengikuti pertemuan pemilik klub (owner meeting) di Jakarta untuk membahas persiapan Liga 3. Dalam pertemuan itu, disampaikan sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi stadion agar bisa digunakan sebagai tempat pertandingan.

Akibat belum lolos verifikasi, Persinga Ngawi harus mencari stadion alternatif untuk dijadikan kandang sementara pada kompetisi musim ini. Pemkab Ngawi menargetkan Stadion Ketonggo bisa kembali digunakan sebagai home base Persinga pada musim kompetisi 2027.

“Salah satu yang memang masih belum bisa kita penuhi syaratnya adalah stadion. Maka, musim ini kita berusaha menjajaki beberapa alternatif stadion untuk digunakan sebagai home base. Ada tiga alternatif yang akan kita jajaki,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Pria yang akrab disapa Antok itu menjelaskan Pemkab Ngawi telah menyiapkan langkah perbaikan agar Persinga bisa kembali bermain di kandang sendiri pada musim berikutnya. Anggaran renovasi sebesar Rp22 miliar telah disiapkan dalam pembahasan APBD 2027.

Untuk proses renovasi tersebut, Ia menambahkan bahwa saat ini penyusunan detail engineering design (DED) atau perencanaan teknis renovasi Stadion Ketonggo tengah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Perubahan APBD 2026. Menurutnya, penyusunan DED yang disusun lebih awal bertujuan untuk mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, termasuk pelelangan pekerjaan fisik.

Nantinya, renovasi akan mencakup pemenuhan standar penerangan stadion, perbaikan kualitas rumput lapangan, serta penyediaan ruangan-ruangan yang diwajibkan dalam persyaratan kompetisi.

“Anggarannya, kalau DED ini, kemarin sekitar Rp20 miliar untuk pemenuhan ruangan, lampu, dan lain sebagainya. Namun, setelah DED selesai, baru bisa dilihat kebutuhan anggaran secara lebih terperinci. Dalam pembahasan APBD 2027, sudah disiapkan anggaran Rp22 miliar,” jelasnya.

Dwi memperkirakan pengerjaan fisik renovasi membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Dengan demikian, Stadion Ketonggo diharapkan bisa digunakan kembali sebagai kandang Persinga pada musim kompetisi 2027.

Untuk sementara, Pemkab Ngawi akan mencari stadion alternatif karena waktu yang tersisa menjelang pelaksanaan Liga 3 pada 30 Oktober dinilai tidak cukup untuk memenuhi seluruh persyaratan verifikasi.

“Tidak ada pilihan lain karena kita tidak bisa mengejar pemenuhan persyaratan itu. Pelaksanaan tinggal 30 Oktober. Jadi, lebih baik saya sebagai CEO fokus mempersiapkan tim Persinga. Untuk home base, kita fokuskan pada 2027,” tandasnya.

Leave a Reply