Selataninfo.com, JAKARTA — Rencana Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan insentif atau “hadiah” sebesar Rp1 triliun bagi pemerintah daerah yang berhasil menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Terkait kabar tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan klarifikasi.
Sudaryono menegaskan bahwa dana jumbo tersebut bukan merupakan hadiah langsung atau pemenang lomba khusus MBG, melainkan alokasi insentif fiskal yang telah tercatat dalam pagu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Jadi Rp1 triliun itu adalah insentif yang disediakan oleh Kemendagri, bukan kemudian khusus untuk MBG saja, bukan. Atau bukan pemenangnya dikasih 1 triliun, bukan,” ujar Sudaryono dalam akun Instagram resmi Badan Gizi Nasional dikutip Sabtu (31/10/2026).
Melalui keterangan resminya, manajemen BGN memaparkan bahwa skema insentif fiskal dari pemerintah pusat selama ini rutin diberikan berdasarkan penilaian komprehensif terhadap indikator kinerja pembangunan daerah.
Adapun, indikator keberhasilan daerah yang selama ini dinilai yakni mencakup keberhasilan menekan laju inflasi, percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting, pengurangan tingkat pengangguran, hingga terobosan inovasi pembiayaan daerah.
Dukungan serta kreativitas pemerintah daerah dalam memfasilitasi kelancaran program MBG rencananya baru akan dimasukkan sebagai salah satu indikator tambahan dalam penilaian insentif fiskal pada anggaran 2027 mendatang.
Integrasi MBG ke dalam kriteria penilaian bertujuan untuk memacu efektivitas pelaksanaan program di lapangan tanpa mengabaikan aspek akuntabilitas dan pencapaian pembangunan daerah secara menyeluruh.
“Perlu dipahami bahwa dana tersebut bukanlah anggaran hadiah khusus, melainkan bagian dari mekanisme insentif fiskal yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri bagi pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja dan prestasi terbaik,” tulis BGN melalui akun Instagram resminya.
Sejalan hal itu, pemerintah mengimbau publik untuk memahami substansi kebijakan insentif fiskal tersebut secara utuh guna menghindari disinformasi serta memastikan manfaat program penanganan gizi nasional dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyiapkan alokasi dana Rp1 triliun untuk insentif fiskal kepada daerah yang menyukseskan program MBG. Tito menyampaikan bahwa insentif fiskal itu diberikan kepada daerah yang dinilai berprestasi terkait dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Saya juga sampaikan tadi bahwa tahun ini ada insentif fiskal yang kita pertandingkan sebanyak 1 triliun, dalam tiga gelombang, enam region,” ujar Tito kepada wartawan di Jakarta.
Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul BGN Klarifikasi Rencana Pemerintah Guyur Rp1 Triliun Buat Pemda yang Sukseskan MBG

Leave a Reply