Selataninfo.com, MADIUN – Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, memberikan bantuan kain seragam sekolah bagi 5.368 pelajar. Nantinya, penerima manfaat diwajibkan menjahit seragamnya di penjahit lokal agar sirkulasi ekonomi lokal tetap terjaga.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan bantuan seragam diberikan kepada pelajar SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Total terdapat 5.368 stel seragam yang terdiri atas seragam merah putih, biru putih, dan Pramuka.
Rinciannya, sebanyak 2.242 stel seragam diberikan kepada pelajar SD dan 3.126 stel untuk pelajar SMP. Selain bantuan seragam, Pemkot Madiun juga memberikan ongkos jahit senilai Rp300.000 kepada 4.393 pelajar SD dan SMP negeri.
“Ini berupa seragam sekolah dan perlengkapannya. Yang kedua, ongkos jahit Rp300.000. Ada 5.368 siswa, 2.242 untuk SD, sisanya untuk SMP,” ujarnya usai penyerahan bantuan kain seragam di SMPN 3 Kota Madiun, Senin (2/11/2026).
Selain tiga stel seragam sekolah, Bagus menjelaskan Pemkot Madiun juga memberikan bantuan ongkos jahit kepada 1.651 pelajar SD negeri dan 2.742 pelajar SMP negeri dengan nilai anggaran sebesar Rp1.317.900.000.

Bagus menambahkan, bantuan seragam dan ongkos jahit tersebut juga menjadi upaya Pemkot Madiun untuk memberdayakan pelaku usaha lokal. Oleh sebab itu, para orang tua siswa diwajibkan menjahitkan seragam anaknya kepada penjahit yang berada di wilayah Kota Madiun.
Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya bermanfaat bagi siswa dan orang tua, tetapi juga dapat dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya penjahit lokal.
“Melibatkan para penjahit lokal yang ada di Kota Madiun. Makanya kita berikan ongkos jahit supaya nantinya orang tua bisa menjahitkan langsung ke penjahit,” katanya.
Sebelumnya, Plt Walikota Madiun tersebut mengaku proses pengadaan seragam sekolah sempat mengalami kendala saat proses lelang karena minimnya peserta. Dengan penyaluran bantuan ini, Pemkot Madiun berharap penyaluran bantuan seragam dan ongkos jahit tersebut dapat berjalan sesuai target sehingga seluruh pelajar penerima manfaat segera memperoleh haknya.
“Harapannya siswa ini semangat sekolah, orang tuanya juga tambah semangat. Saya yakin tingkat kehadiran sekolah nanti bisa naik, utamanya itu,” tandasnya. (NA)

Leave a Reply