Selataninfo.com, SOLO — Keraton Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo mengadakan pertunjukan wayang kulit setiap hari Minggu selama November 2026 di Bangsal Smarakata.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pelestarian warisan tradisi sekaligus memperkaya pengalaman wisata masyarakat yang berkunjung ke lingkungan keraton.
Hanya dengan membeli tiket masuk on the spot (OTS) seharga Rp15.000 di loket, para pengunjung tidak hanya disuguhi wisata sejarah bangunan, tetapi juga bisa menikmati langsung pertunjukan seni wayang.
Kerabat Keraton Solo, GKR Koes Moertiyah Wandansari, menjelaskan pementasan seni ini bertujuan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Terlebih di tengah program revitalisasi Museum Keraton Solo yang saat ini masih berjalan. Selama masa penataan kawasan cagar budaya tersebut, akses kunjungan sementara diarahkan melalui pintu utama Kamandungan.
“Biasanya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melengkapi pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Karaton Surakarta Hadiningrat. Setelah wisatawan berkeliling dan melihat berbagai koleksi keraton, mereka juga dapat menikmati atraksi seni dan budaya yang ditampilkan,” kata perempuan yang akrab disapa Gusti Moeng itu, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (8/11/2026).
Pada Minggu (8/11/2026), pementasan menghadirkan dalang muda dari Kediri, M. Ng. Willy Dwi Harianggi, yang membawakan lakon Begawan Ciptoning dengan menggunakan mahakarya wayang pusaka Kiai Pramukanyo.
Agenda pelestarian ini akan terus berlanjut pada pekan-pekan berikutnya. Pada Minggu (15/11/2026), M. Ng. Angga Suprayogi dijadwalkan tampil membawakan lakon Jaladara Rabi.
Selanjutnya pada Minggu (22/11/2026), giliran M. Khoirul Siska Munzilin unjuk kebolehan dengan lakon Parta Krama.
Rangkaian bulan ini akan ditutup pada Minggu (29/11/2026) oleh K.R.T. Dr. Rudy Wiratama Husadanagara yang akan membawakan lakon Merusupadma (Anglingdarma Jumeneng Nata). Seluruh pertunjukan wayang kulit dijadwalkan dimulai pukul 12.30 WIB.
Selain pertunjukan wayang kulit, Karaton Surakarta Hadiningrat juga secara rutin menghadirkan kegiatan seni tari.
Sehari sebelumnya, Sabtu (7/11/2026), keraton menggelar latihan Tari Serimpi Anglir Mendung dan Bedhaya Pangkur yang melibatkan penari baru hingga penari kawakan keraton.
Gusti Moeng menyampaikan latihan bersama ini bertujuan untuk merawat ingatan dan mengasah kembali kelembutan gerak para penari dalam membawakan tari tradisional keraton, sekaligus menjadi medium untuk menjaga kebugaran fisik mereka.
Melalui perpaduan pelestarian benda pusaka dan praktik kesenian yang terus dihidupkan tersebut, pihaknya berharap Karaton Surakarta Hadiningrat tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah namun juga sebagai ruang apresiasi kekayaan tradisi Jawa bagi masyarakat luas.

Leave a Reply